Are you sure to enter this website ?
Cerita SeramCreepyPasta Indonesia

Akuinginmati.com

Akuinginmati.com

Peringatan!!! Jangan pernah membuka situs akuinginmati.com jika anda masih sayang dengan diri anda. 

Cerita Seram –

Setahun yang lalu, di suatu malam, temanku yg bernama Yoshiro baru saja putus dengan pacarnya karena masalah LDR / hubungan jarak jauh.  Aku ingin menghiburnya, maka dari itu aku mengundangnya dan beberapa teman kami untuk pesta makan di tempatku.

Pesta di mulai sekitar pukul 9 malam, dan kami berenam mulai mengobrol dengan serunya hingga tengah malam. “Hei, Ayo kita nonton TV!” kata salah satu temanku, Mikoto.

Akupun langsung mengambilkannya remote dan bersama menonton acara tengah malam. Tapi seperti biasanya,  acara-acara pada jam itu sangatlah membosankan seperti variety show,  berita, olahraga, dan acara-acara membosankan lainnya.

Akhirnya kami memilih acara olahraga dan berharap bisa menghilangkan rasa bosan kami, namun tiba-tiba channel yang kami tonton tersebut menayangkan suatu tayangan statis (seperti yang biasa kalian lihat jika acara di channel tersebut sudah habis).

“Sepertinya TV kamu rusak? Masa jam segini acaranya sudah habis?”

“Tidak mungkin, aku yakin TV-ku dalam keadaan bagus,” jawabku, “Mungkin sinyalnya saja yang bermasalah.”

Namun tiba-tiba muncul sesuatu di layar. Di antara garis-garis buram hitam putih, muncul kata “AKUINGINMATI.COM

“Apa itu?” kata itu hanya muncul beberapa detik, namun aku tahu bahwa aku melihatnya. Layar kembali seperti semula.

“Teman-teman, apa itu tadi?” mata Yoshiro terpaku ke layar televisi.

Itu tadi tulisannya akuinginmati.com kan?” kata Shin, salah satu teman kami.

“Ya, aku juga melihatnya. Benar-benar membuatku ketakutan.” jawabku. “Aku akan mematikan televisinya saja. Hal tadi benar-benar aneh.”

“Ya…” teman-temanku yang lain juga setuju.

“Apa kamu keberatan jika aku memakai komputermu untuk mencarinya di internet?” tanya Yoshiro tiba-tiba.

“Mengapa kau ingin mencarinya?” tanyaku heran, “Apa kamu tidak ketakutan tadi? Lagipula, apa itu tadi benar-benar nyata? Maksudku, bisa saja kita salah lihat ..”

“Tapi kita semua melihatnya kan? Mungkin itu salah satu tehnik viral marketing untuk acara TV tersebut atau apalah. Mungkin saja seru.” Ia mengabaikan peringatanku dan mulai menggunakan laptopku.

Ia menggunakan berbagai mesin pencari untuk menemukan “akuinginmati.com” namun hasilnya nihil. Kemudian salah satu dari kami menyarankan untuk mengetikkannya langsung di address bar.

Apa kau ingin mati bersamaku?
Apa kau ingin mati bersamaku?

Tiba-tiba muncul layar merah dengan tulisan,

“Apakah kau ingin mati bersamaku?”

Tulisan itu seketika membuatku merinding. beberapa saat kemudian layar tersebut berganti ke wajah seorang wanita yang berlumuran darah.

”Sial, matikan itu! Cepat!”

Yoshiro yang sepertinya juga ketakutan akhirnya mematikan laptop itu.

“Sepertinya ada yang tidak beres.. aku bisa merasakannya ..” bisikku.

“Mungkin hanya viral marketing yang konyol.” Yoshiro bersikeras.

“Well, kurasa itu sudah keterlaluan!” komentar Mitoshi kesal. Ia sudah bersiap untuk mengatakan sesuatu yang lain ketika tiba-tiba layar televisi menyala dengan sendirinya.

“Apakah kau ingin mati bersamaku?” volume suara tv tiba-tiba menjadi sangat tinggi dan wajah wanita yang sama muncul di layar televisi. Saat dimana mataku bertatapan dengan mata wanita itu, saat itulah aku tiba-tiba kehilangan kesadaran.

Ketika aku bangun, hari sudah hampir fajar dan teman-temanku masih terjaga.

“Tu.. tunggu, siapa wanita itu?” tanyaku dengan keringat dingin.

“Hah? Apa maksudmu?”

“Kalian tahu apa yang kubicarakan! Siapa dia?” teman-temanku terlihat kebingungan ketika melihatku mulai panik.

“Apa yang kau bicarakan? Apa kau mengigau?” Matoshi berusaha menenangkanku, namun aku hanya bertambah bingung.

Sepertinya mereka sama sekali tak mengerti apa yang kubicarakan. Aku menjelaskan semua yang terjadi sebelum aku jatuh pingsan, tentang situs aneh dan wajah wanita itu, namun tak ada yang mempercayai perkataanku.

“Mungkin kau bermimpi. Aku tak ingat hal semacam itu terjadi tadi malam.”

“Mimpi? Itu tidak masuk akal!” aku bersikeras, “Aku pingsan semalaman, bukan tertidur!”

“Ini akibatnya jika kamu makan terlalu banyak.” kata Yoshiro sambil tertawa. Namun aku yakin itu semua bukan mimpi. Aku masih mengingatnya dengan jelas. Untuk membuktikannya, aku segera mengecek history komputerku, namun tak ada jejak situs akuinginmati.com dimanapun.

Semua ini benar-benar aneh.

Pagi itu semua teman-temanku pulang kembali ke rumah mereka. Ketika aku hendak berangkat kerja siangnya, aku mendapatkan telepon dari Yoshiro.

“Hei, bisakah aku menanyakan sesuatu tentang semalam.” Ia terdengar serius.

“Ehm .. ya tentu ..”

“Apakah kau … ah, sudahlah. Bukan apa-apa kok. maaf sudah mengganggumu.” Ia menutup telepon sebelum aku dapat kesempatan untuk mengatakan sesuatu. Aku mencoba untuk meneleponnya kembali, namun berkali-kali hanya masuk ke voice mail. Ia pasti mematikan teleponnya. Namun mengapa?

Aku tak pernah melihatnya lagi semenjak itu. Tak ada seorangpun di antara teman-temanku yang tahu dimana dia. Ia tiba-tiba saja menghilang.

“Kau tahu? Mungkin ia perlu waktu sendirian.” kata mereka ketika aku menanyakan dimana ia berada. “Ia baru saja putus dengan pacarnya. Berilah ia sedikit waktu.”

Namun aku tak mempercayainya.

Setelah Yoshiro menghilang, aku mulai mencari tahu mengenai situs akuinginmati.com berkali-kali. Namun tak peduli berapa kali aku mencarinya, aku tak pernah menemukannya lagi. Aku menyaksikan acara TV tengah malam, namun pesan itu tak pernah muncul kembali. Semua teman-temanku mengatakan bahwa aku berhalusinasi dan memaksaku untuk menghentikan semua paranoiaku.

Setahun berlalu dan suatu hari tanpa sengaja aku bertemu dengan mantan kekasih Yoshiro yang baru saja pulang dari Jerman. Ia mengatakan bahwa beberapa hari setelah mereka putus, ia sempat mendapatkan telepon darinya.

“Ia menelepon ke asramaku. Sebenarnya aku tak ingin menjawabnya, namun kupikir karena ia menelepon dari Jepang, pastilah itu sangat penting.” Ia bercerita, “Namun ia terdengar aneh. Ia bertanya kepadaku, ‘Apakah kau ingin mati bersamaku?”

“Apa?!” aku tak bisa mempercayainya.

“Aku pikir ia sedang mabuk , sehingga aku mengabaikannya. Namun aku ingat malam itu dia membicarakan tentangmu juga.” ia menatapku dengan sedih, “Ia ingin aku mengatakan padamu bahwa ia baik-baik saja dan jangan mengkhawatirkannya.”

Yoshiro hingga kini masih menghilang. Aku tak bisa berhenti berpikir bahwa apa yang mantan Yoshiki katakan bukanlah kebetulan.

Aku benar-benar ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Yoshiro. Namun hingga saat ini jika aku mengungkit kejadian malam itu, semua teman-temanku bersikeras bahwa itu hanyalah mimpi. Bahkan mereka berbuat lebih jauh dengan melarangku untuk membicarakan tentang hal itu lagi. Aku tak tahu kenapa …

 

Baca Juga: Lilin Cinta

error: Content is protected !!
Inline
Inline