Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa

Cerita yang akan kubagi disini berisi sebuah pengalaman mengerikan yang pernah kualami. Semua ini tidak ada hubungannya dengan kejadian supranatural, namun bisa membuatku takut. Apa yang perlu kau ketahui, pertama, aku adalah seorang pecundang saat kejadian itu terjadi.

Aku memiliki pacar perempuan dan kami berdua telah menjalin sebuah hubungan selama 2 tahun. Dia cukup baik, sederhana, punya selera humor yang baik, cukup langsing tapi tetap proporsinal di bagian yang tepat, modis dan cantik. Kami menjalin hubungan yang lancar bahkan setelah kami bersama selama 2 tahun.

Semua salahku sampai kami putus. Pada suatu waktu, pekerjaan dan banyak hal lain dalam hidupku cukup berantakan; sayangnya, aku menghadapi semua akumulasi stress yang kurasakan dengan melakukan bully pada pacarku.

Kami tidak pernah bertengkar, tapi pada suatu hari kami mengalami sebuah kemunduran besar dalam hubungan kami. Kemunduran itu yang akhirnya mengarah kepada putusnya hubungan kami. Seperti biasa, aku sedang bermain game console (aku pengangguran hampir setengah tahun) di saat pacarku kembali pulang dari kerja.

Dia pun segera mulai berbenah dan membersihkan sampah, seperti kaleng kosong yang berceceran di lantai. Sampai saat itu, aku merasa lebih mudah marah hanya karena beberapa hal kecil. Saat itu, tiba-tiba aku merasa kesal saat mendengar kegaduhan yang dibuatnya saat dia sedang membuang kaleng-kaleng itu.

Aku mulai ‘menyerangnya’ secara verbal tanpa alasan yang jelas. “Kau pikir kau lebih baik dariku, ya kan? Kau pasti merasa dirimu lebih baik karena mampu untuk mengurusku. Betul?” Aku merasa menyesal saat mengingatnya lagi. Dia tetap tenang (mungkin coba menyembunyikan perasaan aslinya dariku) dan pergi memasak.

Lalu setelah itu, saat aku melihat dirinya sedang menguyah makanan di depan TV (walaupun langsing, makannya cukup banyak, seperti dia benar-benar menikmati saat makan), tanpa alasan yang jelas, aku mulai kesal lagi kepadanya.

“Lihat dirimu, sedang makan bagai seekor babi! Ya, makanan itu pasti sangat enak, eh, makan sesuatu yang kau beli dengan uang yang kau kumpulkan sendiri! Aku muak dengan dirimu. Aku tidak mau bersama denganmu lagi, jadi bisakah kau berkemas dan pergi?” aku terus menyerangnya dengan begitu banyak pernyataan yang tidak masuk akal.

Oops, mungkin aku memgatakan terlalu banyak, pikirku sejenak. Tapi dia masih tetap makan. Dia hanya menatap ke arah bawah dan mulai terisak-isak. Bahkan kelakuannya itu membuat diriku kesal.

“…..OK. Aku mengerti.” akhirnya dia berkata dan mulai mengambil tas dan jaketnya, bersiap untuk pergi. “Aku akan kembali besok untuk mengambil sisa barangku.” Aku duduk dan merasa cukup bingung dengan apa yang sudah terjadi di ruang tengah yang sekarang sunyi.

Aku mendapat sebuah pesan teks darinya. “Aku ingin kau tahu kalau makanan yang selama ini kumasak untukmu, semua terbuat dari makanan daur ulang.”

Daur ulang???? Lalu dia mengirim beberapa pesan lagi. Di bawah ini adalah ringkasan dari pesan-pesan yang dia tulis. Dia menderita *bulimia.

Akan terlalu banyak uang terpakai untuk membeli makanan, jadi dia memutuskan untuk menyimpan makanan yang telah dimuntahkan di freezer. Dia menggunakannya kembali saat memasak makanan seperti rissoto dan *nasi omelet ⇒ aku memakannya ⇒ “Wow, rasanya enak!” 🙁

Hal itu yang terjadi setiap harinya… Semua stik hamburger dan menu yang ditumis, semua dimakan dulu olehnya, lalu dimuntahkan dan dimasak ulang sebelum diberikan padaku. Di hadapanku ada sebuah omelet nasi. Aku merasa pikiranku seperti blank bahkan saat pesan teks lain sampai.

“Menu hari ini harusnya semangkuk ayam dan nasi omelet.” Di dalam omelet terdapat beberapa nasi goreng dengan ayam. Aku pun segera membuangnya