Are you sure to enter this website ?
Cerita SeramCreepyPasta Indonesia

Don’t leave me alone

Don't leave me alone

Cerita Seram

“Filmnya bagus banget.. sih Dana sampai terisak-isak menangis karena ketakutan, hahaha”  Rara tertawa terbahak-bahak sambil memukul pelan pundak Dana. 

“Apaan sih..” Jawab Dana sedikit jengkel

“Eh, Bunga belum balik yah na?” Tanyaku mengalihkan pembicaraan

“Eh iya.. “ sih iseng Rara ikut bicara “Biasanya kan kalian selalu bareng, katanya sih roommate goals, hahahha” 

“Iya tuh. Tumben banget sih kamu sendiri, sampai malam begini lagi..” sambil melihat jam tanganku “Wah udah jam dua belas nih, kita udahan dulu yah”

Aku dan Rara menunggu respon dari Dana, Gadis manis berambut panjang hitam itu nampak diam membeku dengan wajah yang pucat.

“Eh…” sambil memainkan tali tas punggungnya. Matanya nampak gelisah menatap sekelilingnya “Emm, kalian nginep aja yuk di dorm aku..”

“What?!” Rara paling cepat merespon seperti biasanya “Kok, tiba-tiba banget ? Haha, jangan bilang kamu masih takut karena film tadi ?”

Dana masih saja gelisah “Temenin aku pulang, guys”

Aku dan Rara saling bertatap

“Seriusan Na ?” Rara kembali berkata “Sampai setakut itukah kamu?”

“Ya tuhan, tenang aja na.. setan kayak gitu cuma ada di film doang, cuma sekedar cerita fiksi. Kamu gak perlu sampai setakut itu” terang Rara kepada Dana sambil menepuk bahunya.

“Kumohon, jangan tinggalin aku sendirian Dana berbicara pelan

“Maaf yah Na” Aku menjawab “Bukannya aku gak mau, tapi kan kamu tahu besok pagi aku ada ujian” jawab ku dengan berat hati.

“Iya, dan lagi pula dorm kamu dengan flat dan kampus kita tuh jauh banget” Rara menambahkan “Kamu tenang aja, dorm kamu kan cuma sekitar 30 menit dari sini, kamu gak perlu setakut itu, lagi pula daerah sini aman kok..”

Aku merasa iba melihat Dana, namun sayang waktunya memang tidak tepat.

“Ehh, lima menit lagi bus kita sampai” Rara mengingatkan “Maaf yah Na, nanti kita kabari kamu yah kalo sudah sampai..” Rara sambil berlari menuju halte bus yang akan kita tumpangi.

“Na, sekali lagi maaf yah, kabari juga kalau memang terjadi apa-apa” Sambil mengucapkan perpisahan aku melangkahkan kakiku dengan berat sambil sesekali menoleh untuk melihat gadis manis itu masih berdiri di tempat yang sama.

Keesokannya ~~~

Aku sampai di flat ku bersama Rara setelah pulang dari kampus. Rara langsung mengistirahatkan dirinya di sofa empuk sambil menyalakan tv.

Aku mengecek handphoneku, masih tak ada pesan darinya. Aku jadi merasa bersalah.

“Masih belum ada kabar Cyn?” Rara menoleh dari balik sofa. Aku menggeleng pelan.

Pembawa berita siang di telivisi mulai membacakan laporannya saat nama lokasi yang disebutkannya menarik perhatianku.

“Itu bukannya tempat kita semalam ?” Ucapku terkejut.

Rara dengan gugup berusaha meraih handphonenya.

“Penemuan mayat laki-laki yang belum di ketahui identitasnya tewas mengenaskan di jalan xxxx, menggemparkan warga sekitar”

Oh, ternyata laki-laki. entah mengapa aku langsung merasa lega. setelah beberapa saat handphone kami berdering.

Ahh akhirnya dia mengirim pesan juga. 

“Sudah kubilang, Jangan tinggalkan aku sendirian”

 

 

Baca Juga: Jebakan Pria Buta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!