Are you sure to enter this website ?
Cerita HantuCreepyPasta Indonesia

Graffiti

Graffiti

– Cerita Hantu –

Terdapat sebuah Rumah tua kosong berlantai 2 di kota tempat tinggalku. Entah sudah berapa lama gedung tersebut di tinggalkan pemiliknya, kondisi yang terabaikan dan tak terurus membuat siapapun yang melewatinya enggan berlama-lama di daerah itu, apalagi memasukinya.

Kondisinya sangat kotor, banyak jendela yang pecah, dan beberapa dindingnya yang hampir roboh menambah kesan angker rumah tersebut.

Suatu malam, aku dan seorang temanku ingin mencoba menguji nyali kami, dan terpikirkan bahwa rumah tersebut adalah tempat yang paling cocok.

Aku dan temanku masuk melalui pintu depan, suara pintu yang berdecit menjadi ucapan selamat datang untuk kami. Dengan menyalakan senter kami mulai menjelajahi kamar-kamar yang ada di lantai satu, namun tidak ada apa-apa disana. Akhirnya kami memutuskan untuk naik ke lantai 2 berharap menemukan sesuatu yang lebih menarik.

Saat kami ingin menaiki tangga, kami menemukan sebuah graffiti yang bertuliskan …

“Naiklah ke atas.” 

Sepertinya sudah ada yang mendahului kami, pikirku. atau mungkin ini ulah anak-anak usil yg cukup berani masuk ke rumah ini.

Setelah membaca tulisan tersebut kami melanjutkan langkah kami ke lantai atas, dan disini kami kembali menemukan tulisan di dinding …

“Aku ada di depanmu, di dalam kamar” 

Berharap menemukan sesuatu yang menarik kami pun mengikuti tulisan tersebut. Kami memasuki kamar tersebut dan menemukan 3 pintu lagi di dalamnya, dan di dinding kamar tersebut kami kembali menemukan graffiti bertuliskan …

“Aku ada di sebelah kiri”

Di dorong oleh rasa penasaran, kami pun membuka pintu di sebelah kiri dan ternyata ada sebuah ruangan dengan 2 pintu di dalamnya. dan ditengah-tengah di antara kedua pintu itu ada graffiti bertuliskan …

“Kepalaku ada di sebelah kanan, tubuhku ada di sebelah kiri.”

Membaca tulisan itu, seketika temanku langsung berteriak dan berlari ketakutan meninggalkanku sendirian. Namun aku tahu aku tidak bisa berhenti sampai disini, atau rasa penasaran ini akan menghantuiku terus-menerus.

Aku pun mengumpulkan segenap keberanianku dan berbelok memasuki kamar sebelah kiri.

Di sana terdapat lagi sebuah tulisan …

“Tubuhku dikubur di bawah.”

Aku menunduk kebawah dan melihat lantai kayu dengan sebuah tulisan …

“Kepalaku datang dari kamar sebelah kanan. Jangan melihat ke belakang!”

 

Baca Juga: Cincin

error: Content is protected !!
Inline
Inline