Are you sure to enter this website ?
Cerita HantuCerita SeramCreepyPasta Indonesia

Pengalaman Bermain Hitori Kakurenbo (Kisah Nyata) – Part 4

Hitori Kakurenbo

大丈夫だよ。

(笑)

心配

しない

みんなは大丈夫だよ

(笑)

すごく楽しかった!面白いゲームだね!

さあ~ つぎの人はだれ?

(笑)

あなたを見つけるよ。

(笑)(笑)(笑)(笑)(笑)(笑)(笑)(笑)(笑)(笑)(笑)

〜サラ

Translation:

– Aku baik-baik saja

(tertawa)

– Jangan

– khawatir

– semua orang (di sini) baik-baik saja

(tertawa)

– Betapa menyenangkan! Permainan yang menarik, kan!

– Sekarang, siapa orang berikutnya?

(tertawa)

– Aku akan menemukanmu

(tertawa) (tertawa) (tertawa) (tertawa) (tertawa) (tertawa) (tertawa) (tertawa)

– Aku menemukanmu

~Sarah

EDIT MASSIVE: BUKAN AKU YANG MENULIS INI!! WTF! (Aku saja nyaris tak bisa membacanya) aku baik-baik saja, sumpah. Aku pergi ke rumah itu, aku tak tahu kenapa, tapi aku seperti ditarik oleh sesuatu, aku bahkan tidak ingat turun dari kereta, aku bahkan tidak ingat apapun setelah menggesekkan kartu PASMO-ku.

Aku tidak ingat apa-apa setelahnya, dan baru saja aku baru mendapati diriku terbangun di kuil lagi. Pendeta kuil mengatakan bahwa ia tahu (sungguh aku tidak mengerti) di mana aku berada dan melakukan upacara pengusiran setan.

Pendeta kuil dan Aku akan mengunjungi Ayah, Ibu dan Akane. ‘Updating via iphone’.

Akhirnya sekarang aku memiliki jimat yang diikat ke bagian tubuhku untuk perlindungan. Aku sangat ketakutan. Satu-satunya hal yang menenangkanku hanyalah pendeta kuil.

EDIT KEDUA: Di rumah sakit. Aku benar-benar gugup melihat Ibu, Ayah dan Akane. Akane diborgol ke tempat tidur, tapi dia tidak ingat apapun, tentang bangun di malam hari dan membuat karakter di pintu, tapi dia ingat saat menyerang Ayah dan ibu. Dia menangis.

Dia benar-benar tak berdaya, dia tidak bisa menghentikannya, dia mengatakannya kepadaku, tapi dia bisa menerima semua kejadian itu. Dia terus menyebut “Unmei” yang artinya tak kumengerti, tapi setelah mencari artinya, ternyata artinya “iman”.

Kepala ibu dan ayah keduanya dibalut sepenuhnya oleh perban. Mereka berterima kasih kepadaku karena telah menyelamatkan mereka dan mereka meminta maaf kepadaku. Serius, mereka mengatakan mereka minta maaf karena telah menjadi orang tua angkat yang buruk dan telah merusak pengalamanku di Jepang.

Aku menangis, dan memeluk mereka dengan erat . Mereka memiliki hati yang lapang. Aku masih menangis. Bagaimana mungkin hal seperti ini terjadi pada mereka? Aku merasa sangat bersalah.

Besok, dengan penuh harap, aku akan berbicara dengan direktur program, serta berkonsultasi dengan Kedutaan Besar AS di Tokyo untuk melihat apa yang harus kulakukan.

EDIT KETIGA: Kembali ke Chiba dengan keluarga angkat lamaku, aman dan sehat. Terima kasih semua untuk komentar baik kalian. Aku sekarang merasa lebih baik, jauh lebih baik. Aku merasa aman untuk beberapa alasan.

Aku berbicara dengan pendeta kuil tentang kutukan pada Akane. Dia mengatakan bahwa jika dia tidak memiliki anak, kutukan itu akan mati bersamanya.

Kedengarannya seperti nasib yang mengerikan bagiku, untuk tidak dapat memiliki keluarga sendiri. Aku benar-benar sedih. Aku tidak tahu apa lagi yang harus kukatakan.

EDIT KEEMPAT: Fuck Fuck Fuck Fuck Fuck…  AKU BARU SAJA MENDAPAT PESAN INI DI ‘INBOX HELP’-KU.

Pesan Seram

Jika memang ada seseorang yang sedang menggodaku (yang memang lebih masuk akal, karena kanji yang kacau/Jepang yang aneh) tolong mengaku saja karena ini tidak lucu. Apa yang tertulis (menurut google translate karena aku tidak bisa memahaminya) adalah:

Subject: ‘Kembalilah lagi’

– Kau bisa

– lari

– tapi

– tidak

– untuk

– waktu

– yang

– lama

Edit kelima: Hahaha .. Ini hanya ‘troll’. Aku baik-baik saja…

bersambung…

 

*Note: Sebenarnya saya ingin memasukkan lanjutan cerita dibawah ini menjadi Part 5. Namun karena sang narasumber hanya mengupdate sedikit saja, jadi saya memilih untuk menggabungkannya dengan part ini. 

Sampai sekarang Narasumber tidak pernah lagi mengupdate ceritanya dan bahkan saya sendiri-pun tidak tahu dimana dia dan bagaimana kondisinya sekarang, jadi untuk sekarang, cerita dibawah ini akan kita jadikan sebagai “Final” sampai waktu yg tidak ditentukan. Terima kasih. 

 

Maaf karena aku tidak langsung meng-update ceritaku. Dua minggu terakhir adalah “KEGILAAN”. Aku sudah mengunjungi Kedutaan, CIEE, Polisi, Kuil… berulang-ulang dan melakukan pembersihan lagi bila diperlukan.

Terima kasih kepada semua pembaca yang mengirimkan pesan positif sehingga membuatku nyaman. Itu semua benar-benar berarti guys, benar-benar membantu membuatku tetap waras, Jujur saja.

Sekarang aku sudah kembali ke Amerika. Aku wanita bebas. Dan singkatnya, inilah yang terjadi.

1. Akane ditahan (kepolisian). Orangtuanya, meskipun bingung, bersaksi melawan Akane. Dia (Akane) bahkan bersaksi melawan dirinya sendiri … melalui pembicaraan dengannya, dia berkata meskipun awalnya dia tidak bisa ingat banyak, namun ada beberapa bagian yang dia ingat, dia berkata bahwa dia tidak berada dalam kendali pikirannya sendiri dan keinginannya seperti ditekan oleh kekuatan yang lebih besar.

Dia mengalami percakapan (atau lebih seperti argumen dengan Erina), dan memberitahu Erina bahwa dia tidak ingin terikat dengannya. Untuk membuktikan bahwa dia tidak berdaya, Erina membuatnya menyerang orang tuanya dan mencongkel mata mereka, dan kemudian memotong matanya sendiri.

Jika saja aku berada di rumah, dia akan dipaksa untuk menyerangku juga. Tapi karena aku tidak ada, Erina memaksanya untuk menulis catatan. Dia menangis. Aku belum pernah melihat manusia dapat didorong ke jurang seperti itu (kiasan). Aku sangat sering menangis dalam beberapa minggu terakhir, sampai aku merasa semua air mataku kering.

2. Aku sudah dibebaskan dari program ini karena masalah pribadi (yeah, saudara angkatmu yang kerasukan dan mencongkel bola mata bisa dihitung sebagai masalah pribadi).

3. AKU KEMBALI KE RUMAH. Terima kasih Tuhan.

Namun disinilah aku mulai merasa aneh.

#Maaf.. sekarang aku harus memeriksa sesuatu, sebaiknya kulanjutkan cerita-ku nanti …

Bersambung…

error: Content is protected !!
Inline
Inline