Are you sure to enter this website ?
Cerita SeramCreepyPasta Indonesia

Ikan Mas Kesayanganku

Ikan Mas Kesyangan

Adik kecilku Tommy seringkali bermain di kamarku tanpa sepengetahuanku, ia selalu datang untuk bermain dengan ikan mas kesayanganku. Ikan mas ini sangat berharga bagiku karena ini kenangan dari kekasihku yang kini berada di luar kota.

Aku sangat menyayangi ikan masku yang kuberi nama Kiko, aku sering kesal melihat akuarium Kiko yang keruh dan berantakan karna ulah adikku Tommy. Aku kerap kali menemukan Kiko dalam keadaan mabuk, mungkin karna Tommy mengaduk-ngaduk air akuarium Kiko.

Hari ini aku menemukan Kiko mengapung terbalik di akuariumnya, aku geram dan mencari Tommy yang sepertinya sedang bersembunyi karena mengetahui aku sedang mencarinya.

Saat aku tengah berduka dalam atas kematian Kiko, aku mengingat kejadian 10 tahun lalu saat kotaku terkena wabah zombie, ya kala itu orang tuaku yang berprofesi sebagai ilmuwan berusaha keras mencari vaksin untuk menghentikan dan menyembuhkan korban-korban dengan cara mempelajari sempel darah orang-orang yang terkena wabah tersebut.

Aku yakin aku pernah melihat sempel darah dari korban wabah tersebut di lab bawah tanah milik orang tuaku, aku berpikir mungkin sempel darah yang mengandung wabah itu akan mengembalikan Kiko, lagipula aku yakin ikan zombie tidak akan berbahaya karena dia tidak dapat pergi keluar dari akuarium.

Berjam-jam aku mencari sempel tersebut, dan akhirnya aku menemukannya, aku langsung berlari menuju kamarku dan menyuntikkan beberapa mili sempel darah itu kepada tubuh Kiko yang masih mengapung terbalik di dalam Akuarium.

Kiko tidak juga bereaksi, aku terus menunggu dan menunggu, namun sayang ini saatnya aku pergi ke sekolah, aku bergegas menuju sekolah meninggalkan Kiko yang masih terapung di Akuarium.

Saat aku pulang, aku sangat gembira melihat Kiko mulai berenang agresif, setidaknya dia hidup walau berwajah buruk, tapi senyumanku hilang ketika Tommy merintih “Kak dimana kamu menyimpan kotak P3K? Kiko tadi menggigitku.”

“Andai saja Ayah dan Ibu masih Hidup” gumamku sembari mencari tongkat bisbolku.

error: Content is protected !!