Are you sure to enter this website ?
Cerita SeramCreepyPasta Indonesia

Kesepian

Kesepian

Seorang polisi sedang duduk di sofa dengan sebuah pena dan buku catatan di tangannya, saat seorang wanita tua datang dengan secangkir teh yang kemudian diletakan di meja dihadapannya.

“Sebelum anda membawa saya ke kantor polisi mungkin saya harus memberitahu anda terlebih dahulu mengapa saya melakukannya, pak polisi” katanya.

“Kau tahu, alasannya adalah karena sebagian besar orangtua akan sangat kesepian. Anak-anak tidak pernah ingin menghabiskan waktunya dengan wanita tua seperti saya. Saya tidak pernah mengharapkan sesuatu yang berlebihan. Saya hanya ingin seseorang yang bisa saya ajak bicara dan dapat mendengarkan cerita-cerita saya,”

Polisi tersebut menatapa wanita tua itu tanpa ekspresi.

“Nyonya Hatson adalah yang pertama,” kata wanita tua itu, sambil mempersilahkan sang polisi meminum secangkir teh yang telah ia buat. Sang polisi tidak menghiraukan perkataan wanita tua itu dan tetap bergeming.

“Seperti baru kemarin, Saya sangat ingat kejadian itu.  Dia datang ke rumah saya dan menawarkan beberapa produk kecantikan kepada saya. Aku mengundangnya untuk masuk kedalam dan berkata kepadanya bahwa aku akan membuatkannya secangkir teh. Aku pergi ke dapur dan mengambil sebuah kapak. Kemudian, ketika dia lengah, aku berjalan pelan ke belakangnya dan memotong kepalanya.”

Wanita tua itu tersenyum sambil mencoba mengingat-ingat lagi.

“Yang berikutnya adalah Pak Johanson. Dia adalah seorang tukang ledeng dan ia datang untuk memperbaiki pipa saya yang bocor. Sementara ia istirahat dari pekerjaannya, saya membuatkannya secangkir teh. Lalu, saya mengambil kapak dan saya pun keluar dari balik sofa dan memotong kepalanya juga.”

“Yang ketiga adalah seorang anak kecil penjual koran. Kalau tidak salah namanya adalah Tony Watkins. Aku menyuruhnya untuk masuk ke dalam sementara aku mencari dompet untuk membayar korannya. Dia tidak ingin minum teh, jadi saya memberikannya sepiring kue. Sementara ia sedang sibuk memakan kue, saya mulai mengayunkan kapak dan memotong kepalanya juga. “

“Aku menyimpan semua kepala itu didalam lemari di kamarku dan menempatkan kepala-kepala itu diatas jubah bekas. Sehingga, kepala-kepala itu terlihat seperti mempunyai tubuh seakan masih hidup”

Sang nenek mengecap sedikit tehnya dan melanjutkan pembicaraan. ”Saya berbicara dengan mereka. Siang dan malam. Itu membantu saya untuk terbebas dari kesepian. Satu-satunya masalah adalah apa yang harus saya lakukan dengan tubuh-tubuhnya. saya tidak bisa menyimpan mereka semua. Itu akan membuat saya kerepotan. sampai akhirnya, saya mempunyai ide yang bagus. “

“Menurutmu apa yang saya lakukan, pak polisi?” Polisi itu tidak menjawab.

“Baiklah, Itu sederhana. Saya mengawetkan salah satu tubuhnya dan saya gunakan untuk memasang semua kepala diatasnya. Jadi ketika saya bosan berbicara dengan salah satu dari mereka, saya akan melepas kepala itu, mengembalikannya ke dalam lemari dan meletakkan kepala lain pada tubuh itu. Bukankah itu ide yang bagus? “

Sang polisi tetap bergeming dan hanya menatap wanita tua itu.

“Sudahlah, aku sedikit bosan dengan pembicaraan ini, Pak” kata wanita tua itu dengan sedikit kesal.

Dia berdiri, melepas kepala polisi dan meletakkannya kembali dimana ia menyimpan kepala tersebut. Kemudian, dia mengambil sebuah kepala lagi dan meletakkannya di atas tubuh itu.

“Oh, selamat siang, Nyonya Hatson ,” katanya. “Saya sangat senang melihat Anda lagi. Bagaimana kabarmu?”

error: Content is protected !!