Are you sure to enter this website ?
Cerita SeramCreepyPasta Indonesia

Ketukan Di Jendela

Ketukan di Jendela

Cerita Seram

“Ketukan di Jendela” adalah sebuah CreepyPasta yang ditulis oleh seseorang yang tidak ingin disebut namanya.

Cerita ini akan menceritakan tentang seorang pemuda yang terus-menerus mendengar suara ketukan di jendela rumahnya saat tengah malam. Pemuda itu memutuskan untuk memeriksanya dan kemudian ia sadari bahwa ia telah mengambil keputusan yang salah.

 

Suatu malam …

Di atas ranjang, aku terbaring sendiri di suatu malam yang sunyi. Tubuhku ini sudah sangat kelelahan tapi entah mengapa aku tetap tak bisa tidur. Aku hanya membolak-balikkan badanku di atas kasur, berharap menemukan posisi yg nyaman untukku tidur.

Tapi malam ini… ada sesuatu yang membuatku merasa sangat tidak nyaman.

Tak berapa lama tubuhku sudah mulai rileks, pikiranku sudah mulai kosong dan kurasa aku sudah benar-benar siap untuk istirahat, siap untuk terlelap. Namun kurasa semua itu hanya akan menjadi sebuah mimpi ketika tiba-tiba saja pikiranku dibanjiri oleh ketakutan saat suara itu terdengar.

Tok … tok … 

Aku membuka mataku, namun aku tak bisa melihat apa-apa, kamar ini terlalu gelap untuk melihat sesuatu. Aku terbaring diam tak bergerak di balutan selimutku memikirkan sesuatu yang aku takutkan bahkan sebelum aku bisa melihatnya.

Tok … tok …

Tak diragukan lagi itu adalah suara sesorang mengetuk jendela kaca, atau mungkin.. Sesuatu.

Tapi tidak, tidak mungkin ada orang yang mengetuk jendela kamarku dari luar! Siapa juga orang tidak ada kerjaan yang hendak membangunkanku malam-malam begini? ayolah berpikir dengan logis.

Apa mungkin pencuri?, ah tidak mungkin.. untuk apa pencuri mengetuk jendela terlebih dahulu? Mereka cukup menyelinap masuk ke dalam rumah dengan sehening mungkin. Jadi mustahil itu pencuri.

Monster??, Hey tidak ada monster di dunia ini. Sebenarnya aku bisa saja melihat ke arah jendela agar membuat hatiku sedikit tenang, namun posisi tidurku sekarang sedang menghadap ke arah yang berlawanan dan jujur, Aku Takut!

Namun, apa itu? Apa mungkin itu hanya burung yang terbang menabrak jendela? Ah tidak tidak, itu sama sekali tidak realistis. Hmm.. atau mungkin ada sekelompok anak nakal yang mengerjaiku malam-malam begini, mengetuk jendela dari luar sambil tertawa terpingkal-pingkal? Mungkin saja.

Atau bahkan mungkin ini semua hanya imajinasiku saja? Mungkin aku mendengar suara angin di luar dan mengasumsikannya sebagai suara ketukan di jendela?

Tok … tok ….

Ahh sial, itu jelas bukan imajinasiku! Anak-anak. Ya pasti anak-anak sial itu yang mengerjaiku. Mereka pasti tidak akan berhenti hingga melihatku bangun karena kesal. Mungkin anak-anak dengan selera humor bodohnya itu sedang menungguku di luar.

Apa mungkin mereka akan memecahkan kaca jendela dan menyerangku? Tidak! Jangan menjadi paranoid seperti ini! Lagipula, mereka di luar, dan aku di dalam, dan jika aku tidak mendengar suara kaca jendela pecah, berarti aku aman.

Lagipula, aku belum bergerak sama sekali. Mungkin saja anak-anak itu akan menganggapku sudah tertidur lelap dan akan meninggalkanku sendiri.

Tok … tok ….

Tidak! Oh tuhan itu bukan anak-anak! Tidak ada seorang anakpun yang betah menunggu selama ini hanya untuk mendapatkan reaksi dari seorang pria yang tinggal sendirian seperti aku. Mereka pasti akan segera bosan dan pindah untuk mengerjai rumah lain.

Namun jika itu bukan mereka, lalu siapa? Apakah ada seorang pembunuh yang mau mengincarku? Sial, berpikir logislah! Jangan menjadi paranoid. Mereka ada di luar, aku di dalam. jika aku tidak mendengar suara jendela yang pecah, aku aman.

Namun jika itu bukan sesosok monster atau pembunuh berantai, siapa atau apa yang membuat suara itu?. Baiklah Mungkin sebaiknya aku berpura-pura tidur dan suara itu akan berhenti dengan sendirinya.

Tok … tok ….

Oh Tuhan! Aku tak bisa memikirkan suara lain yang lebih kubenci di dunia ini selain suara ketukan di kaca jendela itu! Kumohon pergilah! Biarkan aku sendiri! Sudah tidak ada harapan. Cepat atau lambat ia akan masuk ke sini dan melakukan hal mengerikan terhadapku.

Suara Ketukan Di Jendela

Baiklah, Ambil napas dalam-dalam. Lalu hembuskan perlahan. Bagus, Aku merasakan detak jantung di dalam dadaku mulai bersantai. Monster itu tidak ada. Ingat, mereka ada di luar. Aku di dalam. Jika aku tidak mendengar suara kaca jendela pecah, berarti aku aman. Ulangi itu! Jangan biarkan ketakutan menguasaimu! Berpura-puralah tidur dan jangan bergerak sedikitpun.

Tok … tok ….

Mereka ada di luar. Aku di dalam. Jika aku tidak mendengar suara kaca jendela pecah, berarti aku aman. Monster itu tidak ada. Berpura-puralah tidur dan berdoalah agar ia segera pergi.

Tok … tok ….

Mereka ada di luar. Aku di dalam. Jika aku tidak mendengar suara kaca jendela pecah, berarti aku aman. Monster itu tidak ada. Monster itu tidak ada! Aku mulai berbicara pada diriku sendiri, “Mereka di luar, aku di dalam. Jika aku tidak mendengar suara kaca jendela pecah, aku tahu aku aman. Mereka di luar, aku di dalam. Jika aku tidak mendengar suara kaca jendela pecah, aku tahu aku aman.”

Tok … tok ….

SIALAN! AKU TAK SANGGUP LAGI! Aku bisa gila apabila aku terus mendengar suara ketukan ini. Ok baiklah, paling tidak jika aku melihat apa yang menyebabkan suara itu, aku akan menjadi sedikit tenang.

Ambil napas dalam-dalam, aku mengulanginya untuk sekali lagi, “Mereka di luar, aku di dalam. Jika aku tidak mendengar suara kaca jendela pecah, aku tahu aku aman.” Aku mengambil beberapa napas dalam lagi, jantungku berdetak sangat cepat dan kencang hingga aku serasa bisa mendengarnya.

Ok, Aku perlahan menoleh ke arah jendela…

Jantungku terasa berhenti berdetak dan aku terlalu takut untuk mengeluarkan suara jeritan. Keputusanku kali ini salah, seharusnya aku tidak pernah menengok kebelakang dan pura pura tidur saja.

Sosok wajah pucat dengan mata hitam kelam itu menatapku, menatap sangat tajam ke arahku seakan menelanjangi jiwaku, sambil tersenyum bengis.

Ternyata selama ini makhluk itu sudah berada di ruangan ini.. Ya, di ruangan ini bersamaku sambil mengetuk-ngetuk kaca jendelaku dari dalam.

 

Baca Juga: Patung Malaikat

error: Content is protected !!
Inline
Inline