Are you sure to enter this website ?
Cerita SeramCreepyPasta Indonesia

Lantai 100

Lantai 100

Cerita Seram – Pada liburan musim panas, ada empat orang sahabat yang pergi jalan-jalan. Mereka menginap di sebuah hotel mewah saat mampir di kota besar.

yang lebih hebatnya lagi mereka mendapatkan kamar di lantai 100. Mereka pun sangat senang dengan pemandangan dari atas sana.

Malam harinya mereka berencana untuk pergi jalan-jalan keluar hotel, sebelum mereka pergi, mereka tidak lupa menitipkan kunci kamar mereka di resepsionis.

Namun resepsionis berkata, “Maaf, sebelumnya saya akan memberitahukan terlebih dahulu kepada anda, bahwa nanti akan ada pengecekan rutin di hotel ini dari tengah malam sampai pagi hari,
dan lift hotel ini akan dimatikan total untuk perbaikan. Jadi jika anda ingin menggunakan lift tolong kembali sebelum jam 12″

 

CreepyPasta Indonesia

Mereka mengerti dengan pernyataan resepsionis tersebut. Namun mereka terlalu bersemangat untuk menjelajahi dan menikmati kota besar ini.

Sehingga mereka pun lupa akan pesan resepsionis dan pulang ke hotel pukul 2 pagi.

Karena mereka sudah tahu bahwa lift tersebut mati dan sedang dalam perbaikan, akhirnya mereka pun mau tak mau memilih menaiki tangga. 

CreepyPasta Indonesia
CreepyPasta Indonesia


Sambil jalan menuju tangga, seseorang dari mereka berkata “Ini akan terasa sangat membosankan dan melelahkan jika kita hanya menaiki tangga tanpa melakukan apapun.

Bagaimana jika kita cerita seram saja? Seperti legenda zaman dahulu yaitu “100 Cerita Hantu”, kan kebetulan kamar kita di lantai 100″

Semuanya setuju, cerita pun dimulai dan mengalir dengan sendirinya. Mereka menikmati permainan tersebut dan tanpa disadari mereka sudah sampai di lantai 99.

Cerita Seram

“Baiklah, ini giliranku dan ini adalah cerita terakhir. Cerita ini akan sangat menyeramkan dan kujamin kalian akan sangat ketakutan, dan cerita ini adalah puncak dari semua cerita seram tadi.”

Ketiga temannya sangat tertarik untuk mendengar cerita tersebut. Selain itu mereka juga sudah sangat lelah, dan hanya tinggal satu lantai lagi menuju kamar mereka di lantai 100.

Dia kemudian menarik napas panjang dan mulai bercerita, “Baiklah, jadi begini.. sepertinya kita lupa mengambil kunci yang dititipkan di resepsionis tadi.”

One comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Inline
Inline