Are you sure to enter this website ?
Cerita SeramCreepyPasta Indonesia

Manekin Tengkorak

Manekin Tengkorak

Pelajaran biologi sebentar lagi akan dimulai. Setelah bel pergantian pelajaran berbunyi, Pak guru biologiku pun memasuki kelas. Kulihat dia membawa sesuatu, sebuah plastik hitam besar. Aku penasaran apa isinya, karena tidak biasanya pak guru membawa benda aneh seperti itu.

“Selamat siang anak-anak! kita akan melanjutkan pelajaran minggu lalu, yaitu tentang kerangka tubuh manusia.. Buku buku kalian di bab empat”

Pak guru pun mulai mengulang sedikit pelajaran minggu lalu. Tak lama setelah itu, ia membuka tas plastik hitam yang dia bawa tadi. Ternyata isinya adalah tulang belulang manusia.

Pak guru menggunakan tulang-tulang itu sebagai media pembelajaran untuk mempermudah materi yang sedang ia terangkan. Ia menjelaskan mengenai sendi serta nama-nama tulang tersebut beserta fungsinya .

Sesaat kemudian, aku mulai berpikir, sepertinya aku belum pernah melihat alat peraga itu di lab biologi, karena setauku di lab biologi ada sebuah manekin kerangka tubuh manusia yang utuh, bukan yg berantakan seperti yang pak guru bawa.

Terlebih lagi, tulang-tulang yang dibawa oleh pak guru, warnanya terlihat lebih kuning, mirip seperti aslinya dan sangat berbeda sekali dengan warna manekin kerangka yang ada di lab

“Hei, apa jangan-jangan.. tulang-tulang itu asli!” pikirku.

Aku baru saja ingin mempertanyakan hal itu pada teman sebelahku, untuk menanyakan pendapatnya, namun tiba-tiba seorang anak di kelas kami mengacungkan jarinya dan bertanya~

“Pak apakah itu tulang asli?”

Seketika semua anak di kelas terdiam. Aku mulai sadar, ternyata yang menyadari keganjilan itu tidak hanya 1 atau 2 orang saja

Lalu Pak guru pun menjawab “Iya, ini asli”

Seluruh kelas terkejut, suasana kelas menjadi ricuh akibat pernyataan dari pak guru.

Tiba2 pak guru berkata: “Hahaha .. Tidak kok, pak guru hanya bercanda, ini hanya manekin, harganya agak sedikit lebih mahal dari biasanya jadi kelihatan asli”

Masih ricuh, tapi agak sedikit lebih tenang dari sebelumnya.

“Pak guru ini, memang ada-ada saja, sangat  suka sekali mengerjai kami. Mungkin dia melakukannya agar kami tidak mengantuk di siang hari ini hahaha” pikirku.

Pak guru kembali melanjutkan pelajaran, dia memasukan tangannya ke dalam plastik hitam tersebut dan mengambil sesuatu, tapi yang kali ini diambil adalah sebuah tulang Tengkorak!, sepertinya harga manekin tersebut mahal sekali, karena benar-benar terlihat seperti aslinya.

Pak guru pun mulai menerangkan bagian-bagian dari tengkorak tersebut beserta fungsinya.

Ketika melihat tengkorak itu aku jadi teringat sesuatu,  aku pernah membeli sesuatu yang mirip seperti itu di toko souvenir saat liburan. Yang kumaksud souvenir berbentuk tengkorak, aku bahkan sampai punya tiga.  Dua diantaranya adalah miniatur tengkorak yang ukurannya kecil, dan satunya lagi tengkorak yang ukurannya besar. Haha kalo dipikir-pikir, ternyata aku menyukai hal-hal semacam itu ya?

“Hei! hei!”

Suara tersebut memecahkan lamunanku, ternyata itu suara temanku yang memanggilku.. “Kamu dipanggil pak guru, maju ke depan. Hei, kamu dengar gak sih?”

Aku pun langsung berdiri dari tempat duduk dan maju ke depan

Di depan kelas pak guru memarahiku, “Kamu ini, jangan hanya melamun saja, kamu harus memperhatikan bapak, saat bapak menerangkan!”

Teman2 sekelas menertawaiku, aku malu sekali

“maaf pak”, ucapku

“Sebagai hukumannya, kamu ulangi penjelasan bapak tadi,  kamu jelaskan bagian-bagian dari tengkorak ini dan fungsinya. Ini pakai alat peraganya!” pak guru menyerahkan manekin tengkorak itu padaku.

Aku memegang tengkorak itu, kemudian menjelaskan bagian-bagiannya serta fungsinya, untung malam sebelumnya aku sudah belajar, jadi aku bisa dengan lancar menjelaskannya hehe. lalu pak guru-pun mengijinkanku untuk kembali ke tempat duduk.

Setelah melihat manekin tengkorak itu dari dekat dan memangangnya, aku baru menyadari sesuatu. Ternyata pak guru berbohong! dia tidak bercanda! Itu adalah tengkorak asli!

 

Baca Juga: Telepon Rumah 

error: Content is protected !!
Inline
Inline