Are you sure to enter this website ?
Cerita SeramCreepyPasta Indonesia

Otopsi Yang Tak Biasa

Autopsy Yang Tak Lazim

Aku telah melihat banyak hal aneh semenjak aku menjadi seorang ahli otopsi. Tubuh manusia dapat menyimpan berbagai deformasi dan ketidaklaziman yang mengejutkan, sekaligus mengerikan. Pengalamanku selama bertahun-tahun membuktikan hal itu.

Tetapi ada satu kasus khusus yang selalu menonjol dalam pikiran aku. Kasus yang paling menakutkan, sebab sering membuatku terbangun dengan keringat dingin malam-malam disertai teriakan.

Nona “X” dibawa ke kamar jenazah pada suatu sore. Aku diberitahu bahwa dia telah menelepon 911, berteriak bahwa dia terkoyak dari dalam. Petugas paramedis menemukannya tidak sadarkan diri di lantai dapurnya dan dia meninggal dalam perjalanan di ambulans. Pemeriksaan pendahuluan terhadap mayat itu mengindikasikan pendarahan internal yang besar, tanpa bukti adanya trauma luar.

Sudah waktunya aku mulai bekerja.

Otopsi rutin kulakukan dengan cara membuka rongga perut. Darah menggenang di dalam batang tubuh, dan beberapa organ internal tertutup bekas luka aneh. Luka-luka itu kecil, berbentuk lingkaran yang compang-camping, dan aku tidak bisa menjelaskannya. Aku tak pernah melihat luka dalam seperti ini sepanjang hidupku.

Pada pemeriksaan lebih dekat, luka-luka itu tampak seperti bekas gigitan.

Aku meragukannya, namun sepertinya dugaanku benar. Teratoma [sejenis kanker] besar tumbuh di perutnya, tidak terdeteksi sebelumnya. Di tengah teratoma itu terdapat rahang atas lengkap dengan set lengkap gigi. Aku mencoba memotongnya dan di dalamnya terlihat potongan-potongan kecil jaringan yang telah digerogotinya dari organ tubuhnya sendiri.

Aku tidak yakin mengapa aku tidak mengubah karier setelah itu. Sejak kasus itu, aku selalu merinding membayangkan bekas luka itu. Untuk menjadi dokter ahli bedah mayat seperti aku, diperlukan perut yang kuat; namun bukan karena itu. Bukan hanya karena aku membayangkan sesuatu yang dalam di dalam diriku mengunyah dan terus mengunyah.

Namun karena pada saat otopsi itu, tanpa sengaja aku melukai tanganku. Dan kurasa ada sesuatu yang masuk ke dalam diriku.

Sesuatu yang sedang tumbuh dan mungkin sedang makan.

error: Content is protected !!