Programmer

Programmer

Tugas untuk saat ini memang hanya satu, akan tetapi membutuhkan waktu penyelesaian yang sangat panjang. Seperti itulah tugasku, membuat situs web, sering lembur hanya untuk menyelesaikan satu project, apalagi kalau belum mengerti apa–apa.

Belakangan ini aku hanya mempunyai waktu untuk istirahat sekiranya hanya 3 sampai 4 jam. Ya, memang melelahkan menjadi seorang programmer, walaupun tidak melakukan pekerjaan yang menggunakan banyak otot.

Hari ini adalah finishing dari project-ku. Mungkin aku akan tidur lebih larut lagi ketimbang sebelum–sebelumnya, akan tetapi semua ini akan selesai saat aku sudah mengakhirinya. Aku terinspirasi oleh “L” dalam film “Death Note” yang mana dia selalu mengkonsumsi yang manis–manis untuk meningkatkan kinerja otaknya.

Begitu pula dengan aku, kopi panas, camilan manis, dan permen sudah ada di meja sampingku untuk menemaniku menjelajahi lautan malam.

Sekitar jam 2 malam, mataku sudah mulai lelah melihat sekumpulan teks ini. Ragaku ingin sekali untuk istirahat, akan tetapi jiwaku masih bersemangat untuk menyelesaikan lembaran khayal ini.

Aku merasakan seperti ada yang sedang menghembuskan nafas di tengkukku. Mungkin ini yang mereka katakan tentang keberadaan “makhluk halus” yang tak kasat mata. Akan tetapi aku tak menghiraukan hal tersebut.

Memangnya kenapa? Jikalau mereka memang ada, mereka pasti tidak akan bisa dilihat. Lagipula apa yang menyeramkan dari suasana dingin? Mungkin bagi mereka yang suka menonton film horor akan tampak menyeramkan. Tetapi tidak untuk diriku.

Suasana dingin tersebut sudah tidak terasa. Mungkin karena aku sudah terbiasa dengan keadaan tersebut, sehingga tubuhku sudah beradaptasi dengan suasana ini. Aku mengambil secangkir kopi panas yang berada di meja sampingku.

Aneh, mengapa kopi ini tetap panas walaupun hawa dingin lama sudah memasuki kamarku ini? Walaupun begitu aku tetap tidak mau memikirkan hal tersebut lebih lanjut.

Akhirnya aku menyelesaikan project-ku ini. Lega sudah perasaanku, terasa seperti beban 100 kg sudah terangkat dari kepalaku. Walaupun jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, kurasa hal tersebut bukan masalah besar. Akupun mematikan komputerku. Sebelum shutdown selesai, aku langsung mematikan monitorku.

Hal tersebut kulakukan karena aku tidak mau lama-lama lagi melihat cahaya yang keluar dari monitor tersebut. Layar monitorku perlahan menjadi hitam pekat. Akan tetapi entah mengapa seperti ada dua lingkaran merah yang masih menyala di dalam monitorku. Aku menduga bahwa layar monitorku sudah mulai rusak, mungkin karena umurnya yang sudah tua.

Saat monitorku sudah mati total, lingkaran merah tersebut masih tetap ada. Aku menggosok mataku agar bisa melihat lebih jelas. Saat kulihat dengan jelas, ternyata sebuah wajah menyeramkan tampak dari monitor tersebut.

Wajah lebar pucat berwarna putih, otot wajahnya seperti sudah tidak ada sehingga tampak tulang pembentuk wajahnya, dan dua lingkaran warna merah tersebut ternyata adalah sorot matanya yang melotot. Dia menyeringai lurus kedepan tanpa melakukan apa-apa.

Aku sadar akan satu hal, layar tersebut akan memantulkan bayangan saat sudah menjadi gelap. Aku berbalik ke belakangku dengan rasa resah. Tampaklah sesosok makhluk tinggi kurus berkulit putih yang sedang membungkuk ke depan. Jari-jarinya yang runcing seakan memperlihatkan sisi kejamnya. Perlahan aku melihat wajahnya. Diapun menengok ke arahku.

“Apa kamu sudah selesai? Ini sudah malam, ayo tidur!”