Home Cerita Seram, CreepyPasta Indonesia Pukul Disini Untuk Bebas
Cerita SeramCreepyPasta Indonesia

Pukul Disini Untuk Bebas

Ketika Daniel membuka pintu depan, dia seketika menyesalinya.

Bandarnya berdiri di teras, menjulang dengan bahu selebar tebing dan mata menyorot marah. Daniel, teringat akan hutang puluhan ribu Dolarnya, hanya bisa melihat ketika kepalan tinju raksasa melayang ke titik di antara kedua matanya.

Ketika tersadar, Daniel berada di dalam kegelapan, dan wajahnya sakit. Kepalanya masih pusing, dan perutnya mual. Ketika akhirnya sadar sepenuhnya, dia menyadari bahwa dirinya berbaring, dan berada di dalam semacam kotak, atau peti.

“Oh, tidak,” pikirnya, “aku dikubur hidup-hidup!”

Dia panik dan mulai menggeliat-geliut, merasakan dinding kayu keras di sekelilingnya. Saat itu, sesuatu menggelinding dari perutnya dan jatuh ke sisi tubuhnya. Daniel meraba-raba, dan menemukan sebuah benda berbentuk silinder dengan lingkaran karet di dekat puncaknya.

Sebuah senter.

Daniel menyalakan senter itu, lalu menyinari sekitarnya, dan melihat bahwa dirinya memang dikubur di dalam sebuah peti kayu. Dia mengarahkan senter ke atas, dan melihat bahwa, di penutup peti, ada tiga baris tulisan:

“Kau beruntung. Lain kali kau tak akan lolos. Pukul di sini untuk bebas.”

Di bawah tulisan itu, ada tiga anak panah menunjuk ke arah sebuah lingkaran, yang warnanya berbeda dengan warna kayu peti itu.

“Benar-benar bandar narkoba terbaik di dunia,” pikir Daniel. Dia menggenggam tangannya sampai menjadi kepalan, lalu meninju lingkaran itu. Tidak retak, tapi dia seketika tahu bahwa lingkaran itu lebih rapuh dari permukaan kayu di sekelilingnya. Dia mencoba lagi, tapi tetap tidak berhasil.

“Satu kali lagi pasti bisa,” pikir Daniel.

Ketika tangannya menembus lingkaran itu, air langsung mengalir deras seperti keran yang mendadak dibuka terlalu keras. Daniel tersedak ketika air asin masuk ke mulut dan hidungnya, dan perlahan menenggelamkan tubuhnya.

Dengan putus asa, dipukulnya penutup peti berkali-kali, namun kekuatan air melemahkan pukulannya. Sebelum dia menyadarinya, peti itu telah penuh air. Dia menendang-nendang putus asa, sebelum tubuhnya melemah dan pandangannya menjadi gelap.

Author

creels

error: Content is protected !!