Are you sure to enter this website ?
Sejarah

The Seven Heavenly Virtues

The Seven Heavenly Virtues

Sejarah

Setelah kemarin kita membahas mengenai The Seven Deadly Sins (Tujuh Dosa Mematikan), sekarang kita akan membahas mengenai The Seven Heavenly Virtues.

The Seven Heavenly Virtues adalah Tujuh Kebajikan Surgawi yang tercipta sebagai penyeimbang alam semesta berdampingan dengan ketujuh dosa mematikan yang sebelumnya sudah Creepy files bahas.

Bagian-bagiannya antara lain adalah: Chastity (Kemurnian), Humility (Kerendahan Hati), Abstinence/Temperance (Abstinensi/Kesederhanaan), Liberality (kemurahan Hati), Diligence (Ketekunan), Patience (Kesabaran), Kindness (Kebaikan Hati).

Setiap Kebajikan Surgawi diwakili oleh masing-masing malaikat (Archangel) atau yang kita ketahui sebagai 7 Malaikat Penjaga yang bediri di hadapan tuhan.

1. Liberality

Liberarity (Liberalis) adalah Kemurahan hati yang tidak hanya berupa materi, melainkan waktu dan tenaga serta bakat yang kita miliki untuk membantu orang lain yang kurang membutuhkan.

Kedermawanan, kasih dan pengorbanan diri merupakan kesatuan dari Liberalis. Istilah ini tidak boleh disamakan dengan kasih pada era modern ini yang memiliki makna terbatas.

Dalam teologi kristiani, Kasih dan Cinta adalah yang paling utama dari tiga kebajikan teologal, cinta atau kasih dalam arti yang tak terbatas terhadap semua makhluk hidup dan merupakan cerminan dari sifat Tuhan.

Liberality diwakili oleh Malaikat Michael 

Michael sering digambarkan sebagai pemuda tampan dengan sayap warna biru terang dan bercahaya, membawa Pedang Terhunus, Perisai serta Timbangan Keadilan. Diceritakan Malaikat Micahel adalah malaikat yang tidak pernah tersenyum sejak neraka diciptakan.

Tuhan juga memberikan kepadanya tanggung jawab  terhadap alam, hujan, salju, guntur, petir, angin, dan awan. Sedangkan nama Micahel sendiri berarti “One Who is as God“.

Namanya konon adalah seruan peperangan para malaikat dalam pertempuran yang mereka lakukan di sorga dalam melawan Setan dan para pengikutnya.

Dan Michael adalah Malaikat pertama sekaligus pemimpin dari tujuh Archangel yang berdiri di hadapan takhta Tuhan.

Archangel Michael
Archangel Michael

2. Diligence

Diligence (Industria) Sifat tekun dan berhati-hati dalam bertindak dan bekerja; etos kerja yang mutlak, ketabahan dalam keyakinan, keuletan, dan kemampuan untuk tidak menyerah dan putus asa. Membatasi waktu; memantau kegiatan yang dilakukan untuk melawan kemalasan.

Diligence diwakili oleh Malaikat Gabriel

Gabriel di kenal sebagai tangan kanan Tuhan. Dia adalah Malaikat akan Kabar Sukacita, kemanusiaan, kebangkitan, surga rahmat, dendam, kematian, wahyu, kebenaran, harapan, Pembawa berita, pembawa yang mengungkapkan jawaban, dan pembuat perubahan.

Malaikat Gabriel lah yang bertugas memberikan kabar dari Tuhan kepada manusia. Salah satu pesan yang pernah disampaikan adalah berita kelahiran Yesus Kristus kepada Maria.

Menurut agama Islam, malaikat Gabriel (atau lebih dikenal sebagai Jibril) adalah malaikat yang menurunkan Al-Qur’an kepada nabi Muhammad.

Dan malaikat Gabriel adalah Malaikat kedua dari tujuh Archangel yang berdiri di hadapan takhta Tuhan.

Archangel Gabriel
Archangel Gabriel

3.Patience

Patience (patientia) adalah sebuah sikap sederhana seperti menahan sesuatu yang tak tertahankan dengan kesabaran dan martabat.

Membangun rasa damai dan harmonis daripada menciptakan konflik permusuhan dan pertentangan yang akhirnya berlanjut kepada kemarahan dan pertengkaran,

Memberi pengampunan dan berwelas asih kepada para penjahat dan orang-orang berdosa.

Patience diwakili oleh Malaikat AZRAEL

Azrael dikenal sebagai The Angel Of Death (Malaikat Kematian), ia ditugaskan pertama kali oleh Tuhan untuk mengumpulkan tanah liat dari muka bumi sebagai dasar penciptaan manusia

Dan Azrael lah yang berhasil “memaksa” bumi menyerahkan tanah liat -setelah awalnya bumi mengelak memberi dan mempertanyakan kewenangannya-

Tuhan memberikannya kedudukan sebagai “eksekutor” yang akan menggenggam umur dan mematikan manusia serta semua makhluk hidup lainnya  Tentu saja dengan izin dan atas perintahNya.

Azrael akan menjadi yang terakhir mati pada saat akhir zaman telah usai, karena ketika masa penghakiman sudah selesai, orang yang selamat akan beroleh hidup yang kekal, sehingga tugas Azrael tidak diperlukan lagi.

Pada saat itu, karena ketaatan tugasnya kepada Tuhan, dia akan mencabut nyawanya sendiri.

Archangel Azrael
Archangel Azrael

4. Chastity

Chastity (Castitas) adalah kemurnian dan kebijaksanaan dalam berprilaku, menjaga kebersihan serta kesehatan jasmani maupun rohani. Dapat mengontrol diri dan menahan nafsu seksual serta tidak mengkonsumsi zat terlarang.
Berkata jujur kepada diri sendiri, keluarga, teman dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Tidak membiarkan diri menderita ketidaktahuan dengan memodalinya melalui pendidikan serta moral dan pencapaian tertentu.

Kemampuan untuk menahan dan menarik diri agar tidak terpengaruh oleh permusuhan dan godaan lainnya.

Chastity diwakili oleh Malaikat URIEL 

Uriel digambarkan sebagai malaikat dengan sayap beraura keeamasan dengan sebuah pedang api ditangannya, dikenal juga sebagai Malaikat Kebajikan dan Pengetahuan.

Dikisahkan bahwa Malaikat Uriel-lah yang memberikan kabar mengenai banjir besar kepada nabi Nuh. Ia adalah malaikat ke-4 dari tujuh malaikat penjaga yang berdiri di hadapan Tuhan.

Archangel Uriel
Archangel Uriel

5. Abstinence/Temperance

Abstinence/Temperance (Temperantia) adalah Kesadaran konstan terhadap orang lain dan sekitar serta mampu melakukan penguasaan diri. Berlatih pengendalian diri, abstinensi dan pengendalian kepuasan agar dapat terhindar dari dosa Gluttony (Kerakusan).

Abstinence/Temperance diwakili oleh Malaikat SAMMAEL

Malaikat Sammael memiliki sejarah dan peran yang cukup rumit. Selain diyakini sebagai Malaikat suci kelima dalam penjaga yang berdiri di hadapan tuhan, dia juga diyakini sebagai sosok iblis serta beberapa keyakinan mempercayai bahwa Samael adalah nama lain dari Lucifer.

Bahkan menurut kepercayaan Palestina Kuno, Adam memiliki istri lain bernama Lilith, karena pertengkarannya dengan Adam, ia diusir dari taman Eden. Lilith kemudian menjadi istri Samael dan melahirkan pasukan-pasukan Iblis.

Archangel Sammael
Archangel Sammael

6. Humility

Humility (Humilitas) adalah kerendahan hati bukan karena merasa diri sendiri lebih rendah, melainkan tidak merasa diri sendiri yang paling hebat. Selalu melihat sisi positif dari orang-orang yang tidak disukai. Berperilaku sederhana, tidak mementingkan diri sendiri, dan pemberian rasa hormat.

Mampu menahan diri agar tidak putus ada, kemampuan menghadapi rasa takut dan ketidakpastian serta intimidasi. Menerima pengorbanan dan rela berkorban untuk orang lain, serta memberikan penghormatan kepada mereka yang bersikap bijaksana dan mengajarkan cinta tanpa pamrih.

Humility diwakili oleh Malaikat RAFAEL 

Rafael digambarkan sebagai malaikat penyembuh dan memiliki tugas untuk melindungi Anak-anak serta orang yang tidak bersalah. Ia juga sering dikaitkan dengan Musim Semi dan kelahiran kembali.

Menurut beberapa kisah dan kepercayaan, Malaikat Rafael adalah malaikat yang akan meniupkan terompet Sangkakala di akhir jaman.

Archangel Rafael
Archangel Rafael

7. Kindness 

Kindness (Benevolentia) adalah Amal, belas kasih dan persahabatan di sertai rasa empati, percaya tanpa prasangka atau kebencian.

Memiliki pandangan positif dan sikap yang ceria untuk membangkitkan kebaikan pada orang lain, dan memiliki cinta yang tidak egois disertai kebaikan hati yang sukarela tanpa memihak atau ada rasa dengki.

Percaya semua yang terjadi atas kehendak Tuhan, membalas kejahatan dengan kebaikan dan berbuat baik tanpa perlu diketahui orang lain.

Kindness diwakili oleh Malaikat RAMIEL 

Ramiel memiliki banyak arti, seperti: “Thunder of God”, “Mercy of God” or “Compassion of God” .

Dari 7 Malaikat Penjaga yang bediri di hadapan tuhan, Ramiel merupakan Malaikat Harapan, ia diberikan dua tugas oleh tuhan yaitu, ia diberikan tanggung jawab terhadap visi ilahi serta bertugas untuk memandu jiwa-jiwa yang beriman menuju surga

Archangel Ramiel
Archangel Ramiel

Artikel ini dibuat berdasarkan beberapa referensi dan tidak mengacuh kepada agama atau kepercayaan tertentu. Sikapi dengan bijak dan semuanya kembali kepada kepercayaan kalian masing-masing.

 

Baca Juga: The Seven Deadly Sins

error: Content is protected !!
Inline
Inline