Are you sure to enter this website ?
Teka-Teki Seram

Telepon Rumah

Telepon Rumah

Hari minggu yang indah! Aku akan menikmati liburanku yang singkat ini, dan jadwalku hari ini adalah internetan seharian!. Jujur saja aku lebih suka bermain internet daripada menonton TV, acara TV sekarang tidak ada yg bermutu!.

Aku memutuskan untuk membaca cerita-cerita horor yang bertebaran di internet. Aku memang seorang pecinta cerita horor.

Sendirian dirumah benar-benar membuatku merasa sangat tenang. Keluargaku sedang mengunjungi saudaraku yang baru saja melahirkan. Sebenarnya aku diajak untuk ikut, tapi aku menolak dan lebih memilih untuk menjaga rumah, dan bersenang-senang sendirian di hari minggu yg cerah ini.

Internet di rumahku masih menggunakan kabel modem yang tersambung dengan telepon rumah, jadi kalo aku ingin berinternetan, aku harus duduk dekat dengan telepon rumah, karena memang kabel internetnya tidak panjang.

Aku menaruh laptopku di atas meja, bersebelahan dengan vas bunga dan tentu saja.. telepon rumahku. Jadi posisinya Laptopku ada disebelah kanan, di sebelah kiri ada telepon rumah, dan di tengah-tengah ada vas bunga kecil.

Waktu tak terasa dan aku semakin larut menyelami cerita-cerita yang aku baca di internet. Aku menemukan banyak cerita yang lumayan membuat bulu kuduku merinding. Huh.. untung saja ini siang hari, andai saja malam hari, aku tak tahu harus bagaimana.

Tiba-tiba telepon rumahku berdering… Arggh! menggangu saja! konsentrasiku jadi buyar karenanya. Mau tak mau akupun mengangkat telepon tersebut.

Saat aku hendak mengangkat gagang teleponya tidak sengaja aku menyenggol vas bunga yg ada disebelah kiri telepon, untung saja aku punya reflek yg cukup bagus, aku berhasil menangkap vas tersebut sebelum pecah karena membentur lantai.

Aku menaruh vas tersebut di meja lalu segera mengangkat telepon tersebut.

“Halo??”

“Iya, Halo? ini siapa?” *suara laki-laki*

“Iya, ini Sofia… mau berbicara dengan siapa?” tanyaku

“Maaf, Siapa ini?”

“Aku Sofia, kau mau berbicara dengan siapa?” tanyaku lagi,  kali ini dengan nada yang agak keras. -Aneh saja menurutku, dia yang menelepon, tapi dia yang bertanya ini siapa.

Lalu dia menjawab~ “Maaf, beberapa menit yang lalu.. mungkin sekitar 10 menit yang lalu… ada seseorang yang menelponku dari no telepon ini.  Jadi aku menelponnya balik, takutnya mungkin saja aku kenal dengan si penelpon dan siapa tahu memang ada urusan penting”

Aku pun mencoba mencerna kata-kata pria tersebut dan mencoba untuk berpikir sejenak.

Kesimpulanku adalah orang yang menelepon ini adalah orang iseng!! Lalu aku menjawabnya~ “Oh, ya sudah kalo begitu”

Aku langsung menutup teleponnya, karena aku malas meladeni orang iseng seperi itu..  aku pun segera kembali ke depan laptop yang ada di sebelah kananku, melanjutkan bacaanku yang tertunda.

Hmm.. Kurasa orang tadi tidak menelpon lagi, Yah sudahlah, yang penting orang tersebut tidak mengganguku lagi.

Sambil membaca cerita di internet, pikiranku terus memikirkan kejadian barusan, aku merasa ada yang aneh “Ahh~ sudah terlihat jelas dia hanya mengarang cerita, sudah jelas dari tadi aku tidak menelepon siapa-siapa, lagian hanya aku yang berada di rumah ini, kalo ada yang menggunakan telepon ini pasti aku tau. Jelas-jelas teleponnya ada di sebelah kiriku.”

Pasti orang itu hanya orang iseng dan hanya mengarang cerita, jaman sekarang kan banyak yang modusnya seperti itu, suapaya dia bisa berkenalan dengan wanita yang mengangkat teleponnya -pikirku* .. benar-benar kurang kerjaan, memangnya dia pikir aku orang yang mudah tertipu.

Akupun melanjutkan “liburanku” lagi, membaca cerita2 horror di internet.

Namun, beberapa menit setelah itu, aku terdiam.. dan aku baru menyadari sesuatu.. aku pun, berbicara pada diriku sendiri di dalam hati~ “Ah… setelah kupikir-pikir, di hari minggu yang cerah ini tidak baik berdiam diri dirumah seharian. Lebih baik, aku jalan-jalan keluar saja”

Aku pun segera ganti baju, mengambil tas dan meninggalkan rumah. Aku langsung meninggalkan sms pada keluargaku..

“Aku akan pergi keluar, aku juga sudah mengunci pintu rumah, dan kuncinya kutinggalkan di tempat biasa. Aku akan pulang nanti sore, setelah kalian semua sudah pulang ke rumah. Jadi kabari aku jika kalian sudah sampai”. 

 

Apa yang disadari oleh Sofia?

 

 

Jawaban

Pertanyaan untuk anda adalah: Dimana seharusnya letak vas bunga tersebut?

Ya, Sofia baru menyadari bahwa Vas bunga-nya berpindah tempat dengan sendirinya.

Seharusnya vas bunga tersebut berada di tengah-tengah antara telepon dan laptop miliknya, namun ketika telepoon berdering, Sofia tidak sengaja menyenggol vas tersebut yang posisinya sudah berpindah ke sebelah kiri telepon.

Lalu siapa yang memindahkannya? 

error: Content is protected !!
Inline
Inline