Are you sure to enter this website ?
Cerita HantuCreepyPasta Indonesia

Thailand

Thailand

Kuberitahukan kepada kalian, ini adalah Kisah Nyata. Namun, terserah kalian untuk mempercayainya atau tidak. Setidaknya ini akan menjadi kisah yang menarik.

Aku sekolah di hongkong ketika aku kelas 11. Saat liburan sekolah tiba, kami memutuskan untuk pergi ke Thailand, ke sebuah area camping di pedesaan dengan penginapan seperti Asrama.

Kenapa kami memilih liburan ke tempat itu?, Karena setiap tahunnya siswa-siswi sekolah kami memang mengunjungi tempat tersebut, dan karena sekolah kami mengadakan rencana liburan ke area tersebut, maka kami memutuskan untuk pergi kesana.

Siswa senior di sekolahku yang pernah mengunjungi tempat itu berkata bahwa ruangan asrama 4-D ada hantunya, dan yang lebih sialnya lagi, aku dan ke-7 temanku mendapatkan ruangan tersebut.

Saat kami datang di hari pertama, kegiatannya berjalan lancar. Kami naik gunung, panjat tebing, dan kegiatan standar outdoor lainnya. Aku sebenarnya tidak terlalu menyukai kegiatan fisik seperti ini, jadi saat ada waktu senggan aku memutuskan untuk kembali ke penginapan dan membaca novel yang kubawa.

Tiba-tiba saat aku membaca, aku melihat ada sesosok yang mengintip melalui jendela di asrama. Aku berjalan ke jendela untuk memastikannya, namun sosok itu hilang. Namun semak-semak yang ada didepan jendela terlihat bergerak, seperti ada yang berjalan disana.

Aku menganggapnya sebagai orang yang iseng saja, dan aku melanjutkan kegiatanku yang tertunda, yaitu membaca.

Reddit Short Scary Story (Creepypasta)
Malamnya setelah makan malam, kami semua kembali ke asrama dan bermain. (Lihat dulu gambar di atas sebelum lanjut baca)

Kami duduk di ruang tengah yang ada TVnya, sambil main kartu. Waktunya sudah cukup larut sebenarnya, mungkin jam 11 malam, jadi tentu sudah lewat dari jam tidur. Guru kami berkeliling untuk mengecek apakah anak-anak sudah di asrama masing-masing, karena lampu akan dimatikan tepat jam 12 tengah malam.

ketika bermain kartu kami semua tiba-tiba mendengar suara pelan senandung lagu, dari suara anak kecil, dalam kamar mandi. Kalau kamu berteriak dari dalam kamar mandi, gema suaranya akan terdengar sampai luar, seperti itu kira-kira. Aku-pun pergi untuk mengecek ke kamar mandi, ternyata kosong.

Ketika aku memeriksanya, suaranya langsung hilang padahal ketika aku berada di depan pintu kamar mandi suaranya masih terdengar, seram, tapi karena kami ada delapan orang, kami tidak terlalu khawatir.

Saat lampu mati, dan kami juga sudah lelah maka masing-masing bersiap masuk ke kamar, dan disini lah keadaan mulai tegang.

Sekitar jam 1 pagi aku dengar suara teriak ketakutan dari kamar lain. Aku keluar kamar bersama temanku Justin, untuk tahu asal suara tersebut. Saat keluar kamar kami bertemu dengan teman-teman yang lain. Masing-masing dari mereka mengintip dari kamar.

Ternyata suara tersebuat berasal dari anak di kamar nomor 2, ia terlihat panik. Kami bertanya ada apa, dan John, salah satu dari mereka bilang dia melihat sosok bergaun merah panjang lewat di depan pintu mereka yang sedikit terbuka,  tepat di saat dia berbaring bersiap untuk tidur.

Tentu kami tidak melihat sosok itu, perlu diketahui sedikit tentang John, dia itu anak berbadan besar, 1,8 m kurang lebih, dan dia suka olahraga, tentu rasanya seram juga jika anak sebesar itu saja bisa ketakutan, dan kami pun mulai tidak nyaman dan mulai masuk ke kamar lagi.

Sekitar jam 2, setelah kejadian tadi, kami dikagetkan oleh sebuah suara lagi, kami keluar kamar berbarengan, dan mendengar suara tawa gila dari koridor di luar. Selain suara tawa tersebut, ada semacam suara pukulan benda besi yang dipukul ke tembok, dan perlahan suara tersebut makin dekat ke kami, namun tiba-tiba berhenti.

Saat itu juga, kami langsung siap-siap untuk pergi, kami sudah takut, kami membereskan barang di kamar, selimut kami dan sebagainya, dan membersihkan ruangan tamu. Jam 4 pagi, sesuatu yang aneh mulai terjadi lagi, kami sebenarnya sudah tertidur di ruang tamu tapi terbangun oleh suara hentakan keras di atap, seolah ada yang jalan di atap, suara dimulai dari atas kamarku, lanjut ke kamar kedua, ketiga, dan keempat. Saat itu kami memutuskan untuk melihat keluar, bersama-sama menggunakan senter.

Saat di luar kami melihat ke atap, ternyata kosong, kami mengelilingi sekitar asrama untuk melihat apa ada yang naik ke atap, namun tidak ada juga. Kami melihat ke sebuah pipa pembuangan yang berada disamping jendela dimana aku melihat suatu sosok kemarin. Tapi di pipa tersebut tak ada yang bisa dijadikan pijakan untuk memanjat.

Aku menyadari sesuatu yang aneh, jendela tersebut ternyata sangatlah kotor, dan ada lima garis yang aneh di sana, seolah-olah ada bekas jari di jendela tersebut. Pipa tersebut juga membuat area sekitar jendela menjadi lembab dan licin, kalau ada yang memanjat, pasti ada semacam jejak, namun aku tidak melihat jejak lain selain lima garis tersebut.

Kami memutuskan untuk kembali ke kamar saja dan bercerita ke para guru. Tapi saat masuk ke ruangan, kami dikejutkan oleh sesuatu, barang-barang kami yang kami bereskan dan ditaruh di luar, semuanya seperti diseret ke arah kamar mandi. Selain itu seperti ada barang yang dibawa masuk ke kamar mandi dan selimutnya menyangkut di pintu.

Takut, itulah yang kami rasakan. Kami akhirnya memutuskan adanya pergantian jaga malam, dan menunggu sampai jam 8 pagi, akhirnya selama jaga malam itu tidak ada kejadian apa-apa lagi.

Paginya, kami bertemu guru di kantin dan menceritakan apa yang terjadi semalam, guru mendengarkan dengan seksama, mengerti kami tidak bercanda. Salah satu guru, pak Benton bilang bahwa dia memang dengar suara pukulan dan hentakan dari arah asrama kami, meski terdengar samar-samar.

Guru yang lain, ibu Whincester, bilang, dia juga melihat sekilas sosok yang berjalan di luar jendelanya, kami semua akhirnya sepakat untuk pindah ke lokasi berkemah baru.

Sebelum pergi, Jhon dan aku pergi ke penjaga asrama dan bertanya tentang kejadian tersebut, saat dia cerita, kami terkejut.

Dulu, ada seorang anak perempuan yang bermain-main disekitar situ, dia memanjat melalui pipa ke atap. Dia berhasil sampai ke atap, tapi karena atapnya licin dan agak miring, dia jatuh, dan lehernya patah, jatuh persis di lokasi dimana aku melihat sosok tersebut.

Ibunya, salah satu staf yang mengurus tempat tersebut syok dan setelah kejadian itu ia menjad istress dan hampir gila, mengunci dirinya di kamar mandi dan bersenandung seharian. Suatu hari sekitar jam 3 pagi, dia kabur dan lari, tertawa histeris sepanjang koridor, lalu memanjat di pipa yang sama dan melompat, bunuh diri.

Dan ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku ke Thailand.

error: Content is protected !!
Inline
Inline