Hari Berdarah

Cerita Seram ini adalah kiriman dari: M. Yusuf Shabran

Selamat membaca.

Seorang pria berpenampilan parlente mengunjungi makam dengan nisan berkeramik biru. Tertulis nama “Rudi” pada tanda pengenal di dadanya. Rudi pun menabur bunga serta memanjatkan doa yang membuat dirinya berlinang air mata. Kemudian, ia membersihkan papan nisan yang terlihat lapuk. ...  LANJUT BACA

Tidak Ada yang Lebih Menakutkan dari Kelaparan

Cerita Seram ini adalah kiriman dari: Ike Juliani

Selamat membaca.

Tidak ada yang lebih menakutkan dari kelaparan. Sebagai seorang ibu yang ditinggalkan suaminya, aku harus bertanggung jawab atas isi perut anakku.

Tak ada yang bisa menghentikan kelaparan kecuali kematian. Aku tidak ingin anakku mati kelaparan. Aku tak boleh menangis bahkan tak boleh meratapi nasib yang sukar. ...  LANJUT BACA

Suara-suara di Sumur Tua

Cerita Hantu ini adalah kiriman dari: M. Yusuf Shabran

Selamat membaca.

Tepat di pekarangan belakang, seorang tua asyik memainkan celuritnya pada rerumputan yang datang tanpa diundang. Siulan burung di angkasa menemani aktivitasnya.

Ia kelelahan, tetapi masih saja melanjutkan kegiatan. Tetiba kami mendengar suara-suara yang tidak asing. Mereka memanggil Pak Gembus dengan suara yang parau. ...  LANJUT BACA

Zebra Cross

Cerita Hantu – Suatu malam, Aku hendak pulang setelah lelah bekerja seharian di kantor, “Sungguh malam yang sangat melelahkan” pikirku sambil menunggu lampu hijau yang tak kunjung berubah merah sedari tadi. 

Aku mengamati orang-orang yang berada di seberangku, mereka juga sama sepertiku, menunggu untuk menyebrangi Zebra Cross ini.   Namun tak sengaja aku melihat seorang wanita yang agak aneh di antara mereka   Pertama kali ku lihat aku kira dia mengenakan masker, namun ternyata bukan. Wajahnya nampak buram.   Aku mencoba mengamatinya lebih jelas, namun tetap saja wajahnya tak berubah. Bahkan bisa dibilang aku tidak bisa mengenali wajahnya, aku tidak tahu dimana hidung, telinga, maupun matanya. Seakan-akan wajahnya rata.   Walaupun penampilannya sangat menakutkan, yang anehnya orang-orang di sekitarnya tampak mengacuhkannya.   Akhirnya lampu merah pun menyala, mobil-mobil mulai berhenti dan orang-orang mulai menyebrang, termasuk aku.   Aku mencoba untuk sebisa mungkin menjauhi wanita tersebut. Dia berjalan disisi kiri maka aku mengambil jalur berlawanan, aku mengambil sisi kanan jalan.   Namun justru saat itu dia langsung berpindah ke sisi kanan juga, dan dia berjalan tepat ke arahku.   Wajah menakutkannya semakin terlihat ketika jarak di antara kami semakin mendekat, akupun secara reflek menundukan kepalaku karena ketakutan.   Pertemuan kami pun tak terelakkan, aku terus berjalan untuk segera menghindarinya, namun yang terjadi wanita tersebut malah berbalik dan mengikutiku.   Aku pun tersadar bahwa sekarang dia sudah berada tepat di belakangku.   Dia berbisik pelan di telingaku.       

“Aku tahu kau bisa melihatku”

Baca Juga : Gelang ...  LANJUT BACA

Claps

Cerita Hantu – Sepasang Suami-istri tersesat didalam hutan karena tak sengaja masuk terlalu jauh ketika mereka sedang mendaki gunung.

Hari yang semakin gelap, membuat mereka enggan untuk berjalan lebih jauh karena pastinya akan membahayakan mereka. 

Dengan harapan dan sisa tenaga yang sedikit , mereka mencoba untuk tetap menapaki jalur setapak secara perlahan, dengan harapan menemukan jalan keluar dari hutan ini.

Meski tidak menemukan jalan keluar, namun perjuangan mereka membuahkan sedikit hasil, dengan samar-samar mereka bisa melihat cahaya dari sebuah pondok di tengah hutan tersebut. Segeralah mereka menuju kesana, dengan keadaan lelah mereka pun masuk ke pondok tersebut.

 ...  LANJUT BACA

Suara Panggilan

Cerita Hantu – Sebuah keluarga kecil yang bahagia baru saja membeli sebuah rumah mewah yang berada di pinggiran kota. 

Rumah tersebut memiliki halaman yang sangat luas, sehingga membuat sang putri, Diana, bisa bermain dengan leluasa.    Namun sangat disayangkan, kebahagiannya hanya sesaat dikarenakan sang ayah harus pergi selama beberapa hari ke luar kota untuk urusan pekerjaaan.   Padahal malam itu akan menjadi malam pertama mereka makan bersama di rumah baru. Walau sedih dan berat hati, mau tak mau Diana harus mengijinkan sang ayak untuk pergi.   Akhirnya hanya tinggal Diana dan sang ibu saja dirumah. Mereka menghabiskan makan malam bersama sembari sang ibu menceritakan banyak hal untuk menghibur Diana yang sedang bersedih.    Dan ternyata usaha sang ibu berhasil. Diana pun akhirnya bisa tertawa dan kembali ceria. Setelah makan malam yang menyenangkan mereka pun beranjak tidur.    Kamar Diana berada diujung lorong dilantai 2, sedangkan sang ibu berada dikamar utama di dekat tangga.   Ketika pukul 02.59 dini hari, Diana terbangun karena mendengar suara dentingan piring di dapur dan juga suara ibunya yang memanggil dirinya terus-menerus “Diana.. Diana .. kemari… Diana..”   Dirinya heran, mengapa ibunya mencuci piring di dapur selarut ini. 

Dengan langkah yang lunglai karena masih mengantuk, Diana berjalan menuju tangga untuk turun ke dapur. Saat Diana ingin menjawab panggilan ibunya, tiba-tiba saja dari dalam kamar utama ada tangan seseorang yang menariknya kedalam dan membungkam mulutnya.  ...  LANJUT BACA

Membersihkan Apartemen

Kamu menyadarinya pertama kali saat pacarmu datang untuk membantu membersihkan apartemenmu yang berantakan. Kamu tidak mahir untuk berbenah, jadi terkadang apartemenmu menjadi penuh dengan sampah. Kamu bukanlah seorang penimbun, kamu bisa saja membersihkannya, tapi kamu tidak melakukannya karena rasa malasmu. ...  LANJUT BACA

Don’t leave me alone

Cerita Seram

“Filmnya bagus banget.. sih Dana sampai terisak-isak menangis karena ketakutan, hahaha”  Rara tertawa terbahak-bahak sambil memukul pelan pundak Dana. 

“Apaan sih..” Jawab Dana sedikit jengkel

“Eh, Bunga belum balik yah na?” Tanyaku mengalihkan pembicaraan

“Eh iya.. “ sih iseng Rara ikut bicara “Biasanya kan kalian selalu bareng, katanya sih roommate goals, hahahha” 

“Iya tuh. Tumben banget sih kamu sendiri, sampai malam begini lagi..” sambil melihat jam tanganku “Wah udah jam dua belas nih, kita udahan dulu yah”

Aku dan Rara menunggu respon dari Dana, Gadis manis berambut panjang hitam itu nampak diam membeku dengan wajah yang pucat.

“Eh…” sambil memainkan tali tas punggungnya. Matanya nampak gelisah menatap sekelilingnya “Emm, kalian nginep aja yuk di dorm aku..”

“What?!” Rara paling cepat merespon seperti biasanya “Kok, tiba-tiba banget ? Haha, jangan bilang kamu masih takut karena film tadi ?”

Dana masih saja gelisah “Temenin aku pulang, guys”

Aku dan Rara saling bertatap

“Seriusan Na ?” Rara kembali berkata “Sampai setakut itukah kamu?”

“Ya tuhan, tenang aja na.. setan kayak gitu cuma ada di film doang, cuma sekedar cerita fiksi. Kamu gak perlu sampai setakut itu” terang Rara kepada Dana sambil menepuk bahunya.

“Kumohon, jangan tinggalin aku sendirian Dana berbicara pelan

“Maaf yah Na” Aku menjawab “Bukannya aku gak mau, tapi kan kamu tahu besok pagi aku ada ujian” jawab ku dengan berat hati.

“Iya, dan lagi pula dorm kamu dengan flat dan kampus kita tuh jauh banget” Rara menambahkan “Kamu tenang aja, dorm kamu kan cuma sekitar 30 menit dari sini, kamu gak perlu setakut itu, lagi pula daerah sini aman kok..”

Aku merasa iba melihat Dana, namun sayang waktunya memang tidak tepat.

“Ehh, lima menit lagi bus kita sampai” Rara mengingatkan “Maaf yah Na, nanti kita kabari kamu yah kalo sudah sampai..” Rara sambil berlari menuju halte bus yang akan kita tumpangi.

“Na, sekali lagi maaf yah, kabari juga kalau memang terjadi apa-apa” Sambil mengucapkan perpisahan aku melangkahkan kakiku dengan berat sambil sesekali menoleh untuk melihat gadis manis itu masih berdiri di tempat yang sama.

Keesokannya ~~~

Aku sampai di flat ku bersama Rara setelah pulang dari kampus. Rara langsung mengistirahatkan dirinya di sofa empuk sambil menyalakan tv.

Aku mengecek handphoneku, masih tak ada pesan darinya. Aku jadi merasa bersalah.

“Masih belum ada kabar Cyn?” Rara menoleh dari balik sofa. Aku menggeleng pelan.

Pembawa berita siang di telivisi mulai membacakan laporannya saat nama lokasi yang disebutkannya menarik perhatianku.

“Itu bukannya tempat kita semalam ?” Ucapku terkejut.

Rara dengan gugup berusaha meraih handphonenya.

“Penemuan mayat laki-laki yang belum di ketahui identitasnya tewas mengenaskan di jalan xxxx, menggemparkan warga sekitar”

Oh, ternyata laki-laki. entah mengapa aku langsung merasa lega. setelah beberapa saat handphone kami berdering.

Ahh akhirnya dia mengirim pesan juga. 

 ...  LANJUT BACA

Good Luck Charm

– Cerita Seram – 

Yui, sahabat dekat Kagome secara tiba-tiba mengacungkan sebuah jimat bertali kecil kepadanya sambil mengatakan “Pakailah jimat ini dan semua keinginanmu akan terkabul!”. 

Jimat itu tampak seperti sebuah jalinan benang yang amat rumit (Seperti bagian tengah sebuah “Dreamcatcher”). dan bagi Kagome, benda itu lebih terlebih seperti gantungan kunci mungil daripada sebuah jimat.


“Darimana kau dapatkan benda itu? di Akiba?” tanya Kagome. Ia hanya bisa membayangkan Yui mendapatkannya dari sebuah toko jimat yang banyak terdapat di daerah Akiba


“Tak penting darimana aku mendapatkannya.” kata Yui, dan ia segera mengikatkannya ke tangan Kagome (Ternyata jimat itu juga bisa dikenakan sebagai gelang). 

“Aku juga punya satu kok dan aku yakin jimat ini bisa Kagome-Chan gunakan untuk mendapatkan perhatian Takiro-Senpai.” kata Yui,

“Ah, kamu nih bicara apa sih?” wajah Kagome langsung memerah. 
 ...  LANJUT BACA